- Details
- Published on 12 November 2025
SMKN 1 Sumberasih berkomitmen untuk meningkatkan mutu pelayanan sebagai bagian dari tujuan SMKN 1 Sumberasih, Pada periode ini sekolah bersyukur telah mendapatkan nilai 76,98 dengan mutu pelayanan berpredikat B(baik) padahal tahun sebelumnya sekolah mendapatkan nilai 76,37 mutu pelayanannya berpredikat C(Kurang Baik).
Peningkatan nilai IKM karena terjadinya perubahan nilai pada unsur Pembiayaan/tarif dan unsur Sarana Prasarana. Komitmen sekolah untuk berubah lebih baik berakibat perubahan penilaian masyarakat terhadap kinerja sekolah oleh karena itulah kepala sekolah menekankan pentingnya perubahan mindset bahwa warga sekolah dalam hal ini guru dan staf TU tidak hanya bertanggung jawab kepada pimpinan tapi bertanggung jawab kepada pihak yang dilayani yang punya hak memberikan penilaian terhadap kinerja sekolah.
Kegiatan survey merujuk kepada peraturan MenpanRB no 14 tahun 2017 dengan menggunakan 9 unsur penilaian pada masing-masing unit. 9 unsur antara lain persyaratan teknis, sistem, mekanisme dan prosedur, pembiayaan/tarif, waktu penyelesaian, Produk spesifikasi jenis layanan, kompetensi layanan, perilaku pelaksana, penanganan pengaduan, saran dan masukan, sarana dan prasarana. Capaian pada masing-masing unsur ditindak lanjuti melalui musyawarah sekolah yang selanjutnya merekomendasikan unsur manakah yang patut dipertahankan dan unsur manakah yang mengharuskan dilakukan perbaikan serta terdapat beberapa unsur pendukung dan keseluruhan menjadi komitmen sekolah untuk selalu meningkatkan mutu kinerja sekolah kedepannya.
Meskipun ada penambahan nilai hanya 0,51 dari 76,37 menjadi 76,98 ada kepuasan sendiri bagi warga sekolah karena tugas yang selama ini dilakukan diapresiasi oleh masyarakat ini mengindikasikan bahwa kinerja sekolah lambat laun mengarah kepada trend positif, dengan semangat menggunakan adegium “Kita tidak sedang diawasi oleh pimpinan, tapi kita diperhatikan oleh mereka yang kita layani”.
Pengumpulan data selama satu bulan dengan responden wali murid. sebaran survey melalui media komunikasi dan media sosial, untuk media komunikasi sekolah memiliki whatsapp group yang terhubung keseluruh wali murid sehingga mempercepat informasi sampai kepada wali murid tanpa ada kendala.
Kemudahan dalam penggunaan survey menjadi alasan utama bagi sekolah yang Respondennya heterogen baik dari sisi pendidikan maupun ekonomi dan yang lebih utama lagi kemudahan pengumpulan data ini memangkas waktu yang banyak mengingat tugas pokok guru yang tidak bisa ditinggal, padahal tugas pokok guru itu sendiri menjadi salah satu unsur pelayanan oleh karena itu kemudahan dalam pengumpulan data menjadi tolak ukur efisiensi dengan tanpa mengorbankan kewajiban yang lain.